laporan praktikum pengukuran berat jenis
LAPORAN PRAKTIKUM
PENGUJIAN
BERAT JENIS DENGAN PIKNOMETER
Nama : EKO
DWI WAHYU SAPUTRO
Kelas : X-
KA 1
No : 21
Waktu
praktikum : Selasa, 28 Agustus 2018
Tempat
praktikum : Laboratorium Kimia Analisis SMK Negeri 1 Mojoanyar
- DARTAR ISI
Cover
Daftar Isi
Bab I : Pendahuluan
1.1 Latar belakang
1.2 Tujuan praktikum
Bab II : Tinjauan pustaka
2.1 Pengertian berat jenis
2.2 Macam piknometer
2.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi berat jenis
Bab III : Metodologi percobaan
3.1 Alat dan bahan
3.1.1 Alat-alat
3.1.2 Bahan
3.2 Prosedur percobaan
Bab VI : Hasil percobaan
4.1 Data pengamatan
4.2 Hail perhitungan
Bab V : Pembahasan
Bab VI : Penutup
6.1 Kesimpulan
6.2 Saran
Daftar pustaka
Daftar Isi
Bab I : Pendahuluan
1.1 Latar belakang
1.2 Tujuan praktikum
Bab II : Tinjauan pustaka
2.1 Pengertian berat jenis
2.2 Macam piknometer
2.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi berat jenis
Bab III : Metodologi percobaan
3.1 Alat dan bahan
3.1.1 Alat-alat
3.1.2 Bahan
3.2 Prosedur percobaan
Bab VI : Hasil percobaan
4.1 Data pengamatan
4.2 Hail perhitungan
Bab V : Pembahasan
Bab VI : Penutup
6.1 Kesimpulan
6.2 Saran
Daftar pustaka
- BAB 1 : PENDAHULUAN
1.1
Latar belakang
Massa jenis merupakan nilai yang menunjukkan besarnya perbandingan antara massa benda dengan volume benda tersebut. massa jenis suatu benda bersifat tetap artinya jika ukura benda diubah, massa jenis benda tidak akan berubah. misalnya ukuranya diperbesar sehingga baik massa benda maupun volume benda semakin besartetapi massa jenisnya tetap. hal ini disebabkan oleh kenaikan massa benda atau sebaliknya kenaikan volume benda diikuti secara linear dengan kenaikan volumme benda.
Untuk menentukan massa benda dapat dilakukan dengan menimbang benda tersebut dengan timbangan yang sesuai, seperti neraca ohaus atau yang lainnya. massa jenis adalah perbandingan antara massa benda denagn volume benda, secara matematis dirumuskan :
P = m/v
dimana P : massa jenis zat ( kg/m^3 )
m : massa zat ( kg )
v : volume zat ( m^3 )
satuan massa jenis berdasarkan sistem internasional ( SI ) adalah kg/m^3
1000kg/m^3 = 1gr /cm^3
1.2 Tujuan praktikum
Massa jenis merupakan nilai yang menunjukkan besarnya perbandingan antara massa benda dengan volume benda tersebut. massa jenis suatu benda bersifat tetap artinya jika ukura benda diubah, massa jenis benda tidak akan berubah. misalnya ukuranya diperbesar sehingga baik massa benda maupun volume benda semakin besartetapi massa jenisnya tetap. hal ini disebabkan oleh kenaikan massa benda atau sebaliknya kenaikan volume benda diikuti secara linear dengan kenaikan volumme benda.
Untuk menentukan massa benda dapat dilakukan dengan menimbang benda tersebut dengan timbangan yang sesuai, seperti neraca ohaus atau yang lainnya. massa jenis adalah perbandingan antara massa benda denagn volume benda, secara matematis dirumuskan :
P = m/v
dimana P : massa jenis zat ( kg/m^3 )
m : massa zat ( kg )
v : volume zat ( m^3 )
satuan massa jenis berdasarkan sistem internasional ( SI ) adalah kg/m^3
1000kg/m^3 = 1gr /cm^3
1.2 Tujuan praktikum
1.
Menentukan berat jenis zat cair dengan piknometer
2.
Menentukan berat jenis zat padat dengan piknometer
3.
Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi berat jenis zat
- BAB 11 : TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Penegertian berat jenis
Berat jenis adalah rasio bobot suatu zat terhadap bobot yang baku yang volumenya sama pada suhu yang sama an dinyatakan dalam desimal. semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa setiap volumenya. setiap zat memiliki massa jenis yang berbeda. berat jenis juga dapat diartikan sebagai konstanta atau tetapan bahan tergantung pada suhu untuk zat cair, padat, ataupun gas.
Bobot jenis dinyatakan dalam desimal dengan beberapa angka dibelakang koma sebanyak akurasi yang diperlukan pada penentuannya. pada umumnya, dua angka dibelakang koma sudah mencukupi. berat jenis dapat dihitung atau untuk senyawa khusus dapat ditemukan dalam United States Pharmacopeia ( USP ) atau buku acuan lain . berat jenis suatu zat apat dihiyung dengan mengetahui berat dan volumenya. berat jenis dapat ditentukan dengan menggunakan beberapa type piknometer, neraca Mohr, Westpal, hidrometer dan alat penentu berat jenis lainnya.
Pengujian berat jenis dilakukan untuk menentukan 3 macam berat jenis yaitu :
1. berat jenis sejati
massa partikel dibagi volume partikel tidak termasuk rongga yang terbuka dan tertutup.
2. berat jenis nyata
massa partikel dibagi volume partikel tidak termasuk lubang terbuka, tetapi termasuk pori yang tertutup.
3. berat jenis efektif
massa pertikel dibagi volume partikel termasuk pori yang terbuka dan tertutup. seperti titik lebur, titik didih, dan indeks bias.
2.2 Macam piknometer
1. piknometer 10ml
piknometer yang tidak dilengkapi dengan termometer
2. piknometer 25ml
piknometer yang dilengkapi dengan termometer
3. piknometer gas
piknometer yang menggunakan hukum gas ideal untuk menentukan volume sampel.
2.3 Fakyor yang mempengarhi berat jenis
1. temperatur
Dimana pada suhu yang tinggi senyawa yang diukur berat jenisnya dapat memnguap sehingga dapat mempengaruhi berat jenisnya, demikian pula halnya pada suhu yang sanagat rendah dapat menyebabkan senyawa membeku sehingga sulit untuk menghitung berat jenisny. oleh karena itu, digunakan suhu dimana biasanya senyawa stabil.
2. massa zat
Jika zat mempunyai masa yang besar maka kemungkinan berat jenisnya juga menjadi lebih besar.
3. volume zat
Jika volume zat besar maka berat jenisnya akan berpengaruh tergantung pula dari massa zat itu sendiri. dimana ukuran partikel dari zat dapat mempengaruhi berat jenisnya.
Berat jenis adalah rasio bobot suatu zat terhadap bobot yang baku yang volumenya sama pada suhu yang sama an dinyatakan dalam desimal. semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa setiap volumenya. setiap zat memiliki massa jenis yang berbeda. berat jenis juga dapat diartikan sebagai konstanta atau tetapan bahan tergantung pada suhu untuk zat cair, padat, ataupun gas.
Bobot jenis dinyatakan dalam desimal dengan beberapa angka dibelakang koma sebanyak akurasi yang diperlukan pada penentuannya. pada umumnya, dua angka dibelakang koma sudah mencukupi. berat jenis dapat dihitung atau untuk senyawa khusus dapat ditemukan dalam United States Pharmacopeia ( USP ) atau buku acuan lain . berat jenis suatu zat apat dihiyung dengan mengetahui berat dan volumenya. berat jenis dapat ditentukan dengan menggunakan beberapa type piknometer, neraca Mohr, Westpal, hidrometer dan alat penentu berat jenis lainnya.
Pengujian berat jenis dilakukan untuk menentukan 3 macam berat jenis yaitu :
1. berat jenis sejati
massa partikel dibagi volume partikel tidak termasuk rongga yang terbuka dan tertutup.
2. berat jenis nyata
massa partikel dibagi volume partikel tidak termasuk lubang terbuka, tetapi termasuk pori yang tertutup.
3. berat jenis efektif
massa pertikel dibagi volume partikel termasuk pori yang terbuka dan tertutup. seperti titik lebur, titik didih, dan indeks bias.
2.2 Macam piknometer
1. piknometer 10ml
piknometer yang tidak dilengkapi dengan termometer
2. piknometer 25ml
piknometer yang dilengkapi dengan termometer
3. piknometer gas
piknometer yang menggunakan hukum gas ideal untuk menentukan volume sampel.
2.3 Fakyor yang mempengarhi berat jenis
1. temperatur
Dimana pada suhu yang tinggi senyawa yang diukur berat jenisnya dapat memnguap sehingga dapat mempengaruhi berat jenisnya, demikian pula halnya pada suhu yang sanagat rendah dapat menyebabkan senyawa membeku sehingga sulit untuk menghitung berat jenisny. oleh karena itu, digunakan suhu dimana biasanya senyawa stabil.
2. massa zat
Jika zat mempunyai masa yang besar maka kemungkinan berat jenisnya juga menjadi lebih besar.
3. volume zat
Jika volume zat besar maka berat jenisnya akan berpengaruh tergantung pula dari massa zat itu sendiri. dimana ukuran partikel dari zat dapat mempengaruhi berat jenisnya.
- BAB III : METODOLOGI PERCOBAN
3.1
Alat dan bahan
3.1.1 Alat-alat
1. botol aquadest
2. piknometer 10ml
3. tissu
4. spatula
5. pippet ukur 5ml
6. bola sedot
7. neraca
3.1.2 Bahan
1. aquadest
2. etanol
3. minyak goreng
4. parafin
3.2 Prosedur percobaan
Mementukan berat jenis zat cair ( aquadest ) dengan piknometer
1. menimbang piknometer kososng, bersih, dan kering
2. mengisi piknometer dengan zat cair ( aquadest ) pada suhu 27*C
3. menimbang piknometer yang berisi aquadest pada suhu 29*C
4. menentukan berat aquadest
5. dimasukkan dalam rumus
Menentukan berat jenis zat cair ( etanol ) dengan piknometer
1. menimbang piknometer kosong, bersih, dan kering
2. mengisi piknometer dengan zat cair ( etanol ) pada suhu 27*C
3. menimbang piknometer yang berisi etanol pada suhu 29*C
4. menentukan berat etanol
5. dimasukkan dalam rumus
Menentukan berat jenis zat cair ( minyak goreng ) dengan piknometer
1. menimbang piknometer kososng, bersih, dan kering
2. mengisi piknometer dengan zat cair ( minyak goreng ) pada suhu 27*C
3. menimbang piknometer yang berisi minyak goreng pada suhu 29*C
4. menentukan berat minyak goreng
5. dimasukkan dalam rumus
Menenukan berat jenis zat padat dengan piknometer
1. menimbang piknometer kosong, bersih, dan kering
2. mengisi pikonometer dengan parafin sampai separuh dari piknometer
3. menimbang piknometer yang berisi parafin
4. mengisi piknometer yang berisi parafin dengan aquadest pada suhu 27*C
5. menimbang piknometer tersebut pada suhu 29*C
6. menentukan berat parafin
7. dimasukkan dalam rumus
3.1.1 Alat-alat
1. botol aquadest
2. piknometer 10ml
3. tissu
4. spatula
5. pippet ukur 5ml
6. bola sedot
7. neraca
3.1.2 Bahan
1. aquadest
2. etanol
3. minyak goreng
4. parafin
3.2 Prosedur percobaan
Mementukan berat jenis zat cair ( aquadest ) dengan piknometer
1. menimbang piknometer kososng, bersih, dan kering
2. mengisi piknometer dengan zat cair ( aquadest ) pada suhu 27*C
3. menimbang piknometer yang berisi aquadest pada suhu 29*C
4. menentukan berat aquadest
5. dimasukkan dalam rumus
Menentukan berat jenis zat cair ( etanol ) dengan piknometer
1. menimbang piknometer kosong, bersih, dan kering
2. mengisi piknometer dengan zat cair ( etanol ) pada suhu 27*C
3. menimbang piknometer yang berisi etanol pada suhu 29*C
4. menentukan berat etanol
5. dimasukkan dalam rumus
Menentukan berat jenis zat cair ( minyak goreng ) dengan piknometer
1. menimbang piknometer kososng, bersih, dan kering
2. mengisi piknometer dengan zat cair ( minyak goreng ) pada suhu 27*C
3. menimbang piknometer yang berisi minyak goreng pada suhu 29*C
4. menentukan berat minyak goreng
5. dimasukkan dalam rumus
Menenukan berat jenis zat padat dengan piknometer
1. menimbang piknometer kosong, bersih, dan kering
2. mengisi pikonometer dengan parafin sampai separuh dari piknometer
3. menimbang piknometer yang berisi parafin
4. mengisi piknometer yang berisi parafin dengan aquadest pada suhu 27*C
5. menimbang piknometer tersebut pada suhu 29*C
6. menentukan berat parafin
7. dimasukkan dalam rumus
- BAB IV : HASIL PERCOBAAN
4.1
Data pengamatan
|
ZAT
|
PIKNOMETER
|
|
|
KOSONG
|
BERISI
|
|
|
aquadest
|
9,86gr
|
20,54gr
|
|
etanol
|
9,86gr
|
18,55gr
|
|
Minyak
gorreng
|
9,86gr
|
19,57gr
|
|
parafin
|
9,86gr
|
12,20gr
|
4.2 Hasil perhitungan
1. aquadest
berat aquadest = ( berat pikno + aquadest ) - berat piknometer kosong
= 20,54
-
9,86
= 10,68 gr
volume aquadest = berat aquadest / berat jenis zat cair
= 10,68 / 1gr/ml
= 10,68
volume piknometer = volume aquadest
= 10,68
2. etanol
berat etanol = ( berat piknometer + etanol ) - berat piknometer kosong
18,55 -
9,86
= 8,69 gr
berat jenis etanol = berat etanol / volume piknometer
= 8,69 / 10,68
= 0,813 gr/ml
3. minyak
goreng
berat minyak goreng = ( berat piknometer + minyak goreng ) - berat piknometer
kosong
=
19,57
- 9,86
= 9,71 gr
berat jenis minyak goreng = berat minyak goreng / volume piknometer
=
9,71 / 10,68
=
0,909 gr/ml
4. parafin
berat parafin = ( berat piknometer + parafin ) - berat piknometer kosong
=
12,20
- 9,86
=
2,34 gr
berat zat cair = ( berat piknometer + parafin + zat cair ) - ( berat piknometer
+ parafin )
=
16,03
-
12,20
=
3,83 gr
volume zat cair = berat zat cair / berat jenis zat cair
= 3,83 / 1
= 3,83
volume zat padat = volume piknometer - volume zat cair
= 10,68
- 3,83
= 6,85
berat jenis zat padat = berat zat padat / volume zat padat
= 2,34 / 6,85
= 0,341 gr/ml
- BAB V : PEMBAHASAN
- berat jenis etanol berdasarkan
pengujian = 0,813 gr/ml
- berat jenis minyak goreng
berdasarkan pengujian = 0,909 gr/ml
- berat jenis parafin berdasarkan
pengujian = 0,341 gr/ml
- berat jenis etanol SNI = 0,79
gr/ml
- berat jenis minyak goreng SNI =
0,900 gr/ml
- berat jenis parafin SNI = 2,60
gr/ml
dalam hal ini
terjadi penyampingan antara berat jenis dalam pengujian dan berat jrnis dalam
SNI. hal ini sangat sering terjadi dan diakibatkan oleh beberapa sebab, yakni:
1. kesalahan pada waktu pengukuran
2. kesalahan pada waktu mengatur
suhu
3. bahan tidak murni, sehingga
mempengaruhi berat jenis
4. piknometer tidak terisi penuh
5. bayak caoran yang meluber keluar
dari pikometer dan tidak dilap (dibersihkan) sehingga mempengaruhi berat jenis
dalam proses
percobaan pengukuran berat jenis menggunakan piknometer, langkah-langkah yang
dilakukan harus berurutan dan tidak boleh ada satupun langkah yang terlewatkan
baik dalam penimbangan piknometer kosong maupun piknometer yang berisi
dalam proses
pengujian berat jenis dengan piknometer, piknometer yang digunakan harus
dibersihkan terlebih dahulu dengan air bersih, lalu dilap himgga kering sampai
benar-benar kering dari sisa-sisa zat meupun sisa-sisa bilasan. karena hal itu
dapat mempengaruhi berat jenisnya.
- BAB VI : PENUTUP
5.1 Kesimpulan
1. berat jenis
etanol dalam pengujian ialah = 0,813 gr/ml
berat jenis minyak goreng pada pengujian ialah = 0,909 gr/ml
2. berat jenis
parafin ialah 0,341 gr/ml
3.
faktor-faktor yang mempengaruhi berat jenis zat adalah tempeatur, massa zat,
dan volume zat
5.2 Saran
1. seharusnya
kebersihan alat harus terjamin, karena mempengaruhi hasil percobaan
2. ketersediaan
alat harus lengkap
3. jarak waktu
antara pengisian piknometer dan penimbangan piknometer berisi harus
ditentukan
karena juga dapat mempengaruhi hasil percobaan
- DAFTAR PUSTAKA
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Berat-jenis.
https://winonalappy.wordpress.com
LaporanPraktikumBeratJenis.https://www.scribd.com
piknometer.http://www.infolaborat.com
THANKS GUYS
SEMOGA
SUKSES
Comments
Post a Comment